BMKG: Lombok Menyimpan Potensi Gempa Berkekuatan 8,5 Magnitudo

970px x 250px.

BMKG: Lombok Menyimpan Potensi Gempa Berkekuatan 8,5 Magnitudo

Tapis News
Friday, 5 July 2019
gempa lombok
Ilustrasi gempa(tirto.id)

Tapisnews.com-Dari hasil simulasi dan pemodelan tsunami (tsunami modeling), Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mataram Agus Riyanto mengatakan bahwa wilayah Lombok selatan menyimpan potensi gempa berkekuatan 8,5 magnitudo dan di perkirakan berpotensi tsunamidengan ketinggian 20 meter sejauh hingga 5km.

Hal tersebut di sampaikan di sela-sela pembicaraannya saat seminar meanajemen kebencanaan yang di laksanakan di Universitas Nahdlatul Ulama NTB di Mataram, sebagaimana telah di kutip dari tempo.co.

"Kapan waktunya tidak ada yang tahu  bahkan teknologi secanggih apapun tidak bisa memprediksi dan mengetahui kapan akan terjadi gempa itu," ujar Agus Riyanto Mataram, tempo.co Kamis (4/07/2019)

Beliau juga menjelaskan, bahwa jika gempa terjadi seperti itu berdasarkan hasil simulasi pemodelan tsunami, wilayah yang terkena imbas di sekitar kawasan Kuta, Selong Blanak, Awang, Lombok Barat dan Mataram. Namun, untuk wilayah Mataram imbasnya hanya mencapai 2km dari kawasan pantai.

"Kalau selatan kurang lebih 3-5 kilometer rendaman tsunaminya, termasuk rendamanya mengenai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika." Ujarnya

Menurut Agus Riyanto, jika melihat kembali dari sejarah sebelumnya dan hasil penelitian, gempa yang telah terjadi di perairan  selatan sebelumnya, pada 500-1000 tahun yang lalu wilayah lombok khususnya. Hal tersebut dapat di buktikan dan di lihat dari jejak pasir sisa tsunami yang tertinggal di daratan.

Sedangkan gempa terakhir kalinya yang besar terjadi pada tahun 70an di wilayah Sumba Kabupaten Nusa Tenggara Timur (NTT) yang imbasnya hingga wilayah selatan NTB dan hingga pada saat ini tidak pernah terjadi gempa lagi, namun dengan demikian tetap saja hal ini menurutnya harus tetap di waspadai.

"Sekarang belum ada aktifitas lagi, kalaupun ada kita berharap gempanya kecil-kecil dan intensitasnya banyak sehingga terlepas. Tapi kalau diam terlalu lama itu artinya sedang mengumpulkan energi dan ini yang tidak kita harapkan. Karena sifatnya di selatan seperti itu, hampir sama dengan selatan Bali, Jawa hingga Sumatra bisa ratusan tahun seperti yang terjadi di Aceh itu ratusan tahun terulang kembali pada tahun 2004 gempa besar dan tsunami," katanya

Oleh sebab itu, simulasi dan pemodelan tsunami ini penting untuk di keathui, sehingga pemerintah dan semua pihak bisa melakukan antisipasi serta edukasi tentang mitigasi bencana secara keseluruhan di lapisan masyarakat, termasuk menghimbau masyarakat untuk membangun rumah yang tahan dari gempa.

Sumber informasi (tempo.co)