Budiantoro Mahasiswa S2 UM Metro Raih Medali Emas di Kejurnas Atletik Master

970px x 250px.

Budiantoro Mahasiswa S2 UM Metro Raih Medali Emas di Kejurnas Atletik Master

Tapis News
Tuesday, 30 July 2019

Budiantoro, Peraih Medali Emas di Kejurnas Atletik Master


Tapisnews.com-UM Metro – Mahasiswa Program Pascasarjana (S2) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro, Budiantoro raih medali emas di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik Master. Kejuaraan yang berlangsung di Stadion Pahoman pada 26-27 Juli 2019 di gelar oleh Persatuan Atlit Master Indonesia (PAMI).

Saat dimintai keterangan mengenai hal ini, ia membenarkan bahwa dikejuaraan itu dirinya meraih beberapa medali emas dan perak dari cabang atletik.

“Kejuaraan Nasional Atletik yang diselenggarakan PAMI (Persatuan Atlit Master Indonesia) ini memang sudah saya siapkan selama 6 bulan. Oleh karena Lampung menjadi tuan rumah jadi ditargetkan 3 emas, dan alhamdulillah target saya bisa tercapai dengan 3 Medali Emas, dan 1 Medali Perak,” ungkapnya.

Budiantoro juga melanjutkan “Pada Kejurnas Atletik Master kemarin di nomor Tolak Peluru saya meraih medali emas. Lontar Martil medali emas, Lempar Cakram medali emas dan Lempar Lembing medali perak,” imbuhnya yang saat dihubungi tengah mengantarkan siswanya di.

Terakhir ia juga menjelaskan keikutsertaannya di Kejurnas Atletik Master atas sepengetahuan Direktur Pascasarjana UM Metro Dr. Agus Sutanto dan Wakil Rektor IV sekaligus dosen pengampunya di Program Magister Administrasi Pendidikan Dr. M. Ihsan Dacholfany

 “Sebelum berangkat Kejurnas saya kemarin sudah izin kepada Pak Ihsan dan Pak Agus,” tukasnya.

Mendengar hal itu, Dr. Ihsan terut mengapresiasi capaian prestasi yang diraih mahasiswanya. Menurutnya, Budiantoro sebetulnya sudah berprofesi sebagai guru dan saat ini tengah menempuh studi lanjut di Pascasarjana UM Metro dengan konsentrasi Magister Administrasi Pendidikan. Keahlian yang dimiliki Budi dinilainya sangat baik untuk mendukung keprofesiannya sebagai guru.

“Budiantoro merupakan sosok guru sekaligus mahasiswa yang patut ditiru. Meski ia sudah berprofesi tetap sebagai guru, namun alangkah baiknya guru juga mempunyai ketrampilan khusus seperti Budi, sehingga guru tersebut memiliki nilai plus, dan saya kira itu bermanfaat untuk mengembangkan karirnya sendiri maupun lembaga,” ungkapnya.