Jokowi: Lupakan Perbedaan Pilihan Politik yang Sempat Membelah Kita

970px x 250px.

Jokowi: Lupakan Perbedaan Pilihan Politik yang Sempat Membelah Kita

Tapis News
Tuesday, 2 July 2019
jokowi-maruf
Jokowi-Ma'ruf menyapa wartawan saat tiba di kediaman Kh. Ma'ruf Amin menteng jakarta (27/62019). Pak Jokowi menjemput Pak ma'ruf untuk nonton bareng sidang putusan MK di lanud hali pradanakusuma (liputan6.com)

Tapisnews.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah resmi menetapkan pasangan Jokowi-Ma'ruf sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia priode 2019-2024. Jokowi mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk kembali bersatu dan melupakan perbedaan pilihan politik di pilpres 2019.

Seperti yang telah di kutip dari liputan6.com Jokowi mengatakan dan mengajak kepada seluruh masyarakat indonesia agar melupakan perbedaan yang telah terjadi waktu pilpres 2019.

"Saya mengajak seluruh masyarakat indonesia untuk melupakan perbedaan pilihan politik yang sempat membelah kita , 01 dan 02. Kita harus bersatu kembali menjadi Indonesia, negri Pancasila yang menyatukan kita semuanya," ucap Jokowi di Gedung KPU Jakarta Pusat, Minggu (30/06/19).

Hal yang serupa juga di katakan oleh wapres terpilih KH. Ma'ruf Amin mantan Rais AAM PBNU itu juga meminta kepada masyarakat untuk melupakan perbedaan pilihan politik.

Beliau tidak ingin perbedaan pilihan politik menjadi perpecahan terjadi, Menurut Ma'ruf Amin, penetapan presiden dan wapres terpilih ini seharusnya  menjadi momentum untuk kembali menyambung silaturahmi sesama bangsa.

"Jangan lagi ada blokir-memblokir di media massa. itu harus kita akhiri dan mari sambung kembali tali silaturahmi sebagai sesama bangsa dan banyak kerjaan yang harus kita selesaikan untuk itu. Semua butuh persatuan untuk pelaksanaannya, untuk indonesia sejahtera," ungkap KH. Ma'ruf saat mendampingi H. Jokowi. (liputan6.com).

Dengan pernyataan Presiden dan Wakil Presiden terpilih di atas sudah sepatutnya kita harus kembali menjadi masyarakat yang rukun agar mampu menciptakan kesejahteraan,kemakmuran, kebahagiaan dan ketentraman bagi seluruh masyarakat indonesia.

Mari, kita lupakan tentang perbedaan politik, perbedaan pilihan, perbedaan dukungan dan perbedaan-perbedaan lainnya yang mampu memecah belah bangsa kita ini.